AI

Cara Jualan di AI 2026: Panduan untuk Seller Indonesia

Oleh Tim Panduan Jualan · Diperbarui 29 September 2026

"Jualan di AI" berarti produk Anda ditemukan, direkomendasikan, dan kadang dibeli lewat asisten AI seperti ChatGPT, Gemini, Meta Muse, atau asisten AI di dalam marketplace. Anda tidak perlu membuka toko baru: pembeli yang bertanya ke AI tetap diarahkan ke toko di marketplace. Yang menentukan apakah produk Anda muncul adalah seberapa lengkap dan jelas informasi toko Anda.

Perubahan ini sudah sampai ke Indonesia. Sejak Juni 2026 aplikasi Shopee tersedia di dalam ChatGPT untuk pengguna Indonesia, dan sejak 23 September 2026 iklan ChatGPT mulai diluncurkan di Indonesia. Panduan ini merangkum apa yang terjadi di Amerika dan China, apa artinya untuk Asia Tenggara, dan langkah praktis untuk menyiapkan toko Anda. Setiap angka disertai tautan ke sumbernya.

Apa itu belanja lewat AI?

Belanja lewat AI punya tiga tingkat, dan masing-masing sudah berjalan di negara yang berbeda:

  1. AI membantu mencari. Pembeli menjelaskan kebutuhannya dalam kalimat, dan AI menyarankan produk beserta harga dan ulasannya. Ini yang paling umum, termasuk di Indonesia.
  2. AI membandingkan dan mengarahkan ke toko. AI menampilkan produk berdampingan lalu mengirim pembeli ke halaman toko untuk membayar. Ini arah yang dipilih OpenAI untuk ChatGPT sejak Maret 2026.
  3. AI membeli atas nama pembeli. Agen AI menyelesaikan pembayaran setelah pembeli memberi izin. Ini sudah berjalan di Taobao lewat Qwen dan di toko Shopify lewat agen seperti Meta Muse, tetapi belum umum di Indonesia.

Di setiap tingkat, AI hanya bisa merekomendasikan produk yang informasinya bisa ia baca dan percayai. Itulah sebabnya informasi produk yang lengkap menjadi modal utama seller.

Amerika Serikat: pencarian lewat AI tumbuh, checkout lewat AI belum

Amerika adalah tempat raksasa teknologi menguji belanja lewat AI. Pelajaran terpentingnya: AI sudah mengubah cara orang menemukan produk, tetapi cara orang membayar masih kembali ke toko.

Trafik dari AI melonjak. Selama musim belanja akhir tahun 2025, kunjungan ke situs ritel Amerika yang berasal dari AI generatif naik 693% dibanding tahun sebelumnya (Adobe, 7 Januari 2026). Salesforce memperkirakan AI dan agen AI memengaruhi 20% pesanan online global selama Cyber Week 2025, senilai US$67 miliar (Salesforce, 5 Desember 2025). Angka Salesforce ini adalah perkiraan "pengaruh", bukan pembelian langsung oleh AI.

ChatGPT mencoba checkout, lalu mundur. Pada September 2025, OpenAI meluncurkan Instant Checkout agar pengguna di Amerika bisa membeli langsung di dalam ChatGPT (OpenAI, 29 September 2025). Enam bulan kemudian, OpenAI menyatakan versi awal Instant Checkout tidak memberikan fleksibilitas yang mereka inginkan, sehingga toko kembali memakai checkout sendiri dan OpenAI berfokus pada penemuan produk (OpenAI, 24 Maret 2026). Etsy, salah satu mitra pertamanya, menyebut penjualan dari fitur itu tidak besar (TechCrunch, 5 Mei 2026).

Google membangun standar belanja untuk agen AI. Google meluncurkan Universal Commerce Protocol bersama Shopify, Etsy, Wayfair, Target, dan Walmart, agar pembeli bisa checkout di AI Mode dan Gemini sementara toko tetap menjadi penjualnya (Google, 11 Januari 2026). Untuk pembayaran oleh agen AI, Google memperkenalkan Agent Payments Protocol dengan lebih dari 60 mitra, termasuk Mastercard, PayPal, dan Shopee (Google Cloud, 17 September 2025).

Amazon membuktikan asisten AI di dalam marketplace bisa menjual. Asisten belanja Amazon, Rufus, dipakai lebih dari 300 juta pelanggan pada 2025 dan membantu menghasilkan hampir US$12 miliar penjualan tambahan per tahun (Amazon, laporan kuartal IV 2025).

Iklan di ChatGPT sudah sampai ke Indonesia. Sejak 23 September 2026, iklan ChatGPT mulai diluncurkan di Indonesia dan enam pasar Asia lain. Iklan hanya tampil untuk pengguna paket Free dan Go, diberi label jelas, dan menurut OpenAI tidak memengaruhi jawaban ChatGPT. Shopee disebut sebagai mitra dalam pengumuman itu (OpenAI, 23 September 2026).

Seberapa besar nantinya? Morgan Stanley memperkirakan pembeli yang memakai agen AI bisa mencakup 10% sampai 20% e-commerce Amerika pada 2030 (Digital Commerce 360, Desember 2025). Ini perkiraan, bukan angka yang sudah terjadi.

Terbaru, September 2026: Meta Muse dan Shopify

Meta Muse, agen AI yang berbelanja untuk Anda. Awal September 2026, Meta meluncurkan Muse di Amerika, agen AI pribadi yang terhubung ke email, kalender, dan aplikasi lain, dan bisa berbelanja atas nama penggunanya. Muse terhubung ke seluruh katalog Shopify dan ke peritel seperti Best Buy, Gap, Sephora, Walmart, dan Wayfair. Mark Zuckerberg mengatakan Muse gratis untuk banyak pemakaian, dengan harapan Meta nanti mengambil biaya kecil dari transaksi (TechCrunch, 23 September 2026). Dua minggu setelah diluncurkan, Muse diunduh lebih dari 2,5 juta kali dan menempati posisi teratas App Store Amerika, di atas ChatGPT (CBS News, 23 September 2026).

Amazon menutup pintu. Amazon memblokir Muse dari tokonya. Pengguna yang mencoba berbelanja di Amazon lewat Muse mendapat pesan bahwa akses oleh "agen AI tanpa izin" melanggar ketentuan Amazon. Meta membantah bahwa Muse bisa melihat kata sandi atau metode pembayaran pengguna (The Register, 21 September 2026).

Shopify membuka pintu. Sebaliknya, pada 28 September 2026 Shopify mengumumkan bahwa agen AI yang bekerja di browser kini bisa menyelesaikan pembelian di toko Shopify, termasuk dengan Shop Pay, selama pembeli memberi izin. Fitur ini diluncurkan untuk semua merchant Shopify yang memenuhi syarat, dan Muse serta agen AI Instinct sudah bermitra langsung dengan Shopify (TechCrunch, 28 September 2026).

Pelajaran untuk seller. Platform besar sedang memilih: membuka toko untuk agen AI seperti Shopify, atau menutupnya seperti Amazon. Toko yang bisa dibaca dan dibeli oleh agen AI akan ikut dalam gelombang ini. Di Indonesia, pertanyaannya adalah bagaimana marketplace tempat Anda berjualan akan memilih.

China: AI sudah jadi bagian dari belanja sehari-hari

Di China, belanja lewat AI bukan lagi uji coba. Marketplace terbesar memasukkan asisten AI langsung ke aplikasi belanja, dan jutaan penjual sudah memakai AI untuk bekerja.

Alibaba (Taobao dan Tmall). Pada Mei 2026, Alibaba membuka seluruh katalog Taobao dan Tmall, lebih dari 4 miliar produk, untuk aplikasi AI Qwen. Pembeli bisa mencari, membandingkan, memesan, dan melacak paket lewat percakapan. Ada juga fitur coba pakaian virtual dan pelacak harga yang memesan otomatis saat harga turun ke angka yang diinginkan (Alibaba, 11 Mei 2026). Menurut laporan keuangan Alibaba, 250 juta pengguna sudah merasakan belanja pertama mereka lewat fitur agen AI di aplikasi Qwen (Alibaba, 20 Agustus 2026).

Penjual juga memakai AI. Saat festival belanja 11.11 tahun 2025, yang disebut Alibaba sebagai penerapan AI e-commerce skala besar pertama, asisten layanan pelanggan AI untuk penjual menjawab 300 juta pertanyaan. Penjual yang memakai layanan pelanggan berbantuan AI mencatat konversi naik 30% dibanding tahun sebelumnya (Alibaba, November 2025).

JD.com dan host live AI. Lebih dari 70.000 penjual di JD memakai host live streaming berbentuk manusia digital. Biayanya sekitar sepersepuluh host manusia, dan sejak Desember 2025 JD memberikannya gratis untuk semua penjual (Yicai Global, 25 Maret 2026).

Aturannya ikut berkembang. China mewajibkan label pada konten buatan AI sejak September 2025, dan Douyin (TikTok versi China) melarang siaran live yang sepenuhnya dibuat AI serta mewajibkan penanda jika host digital dipakai (Inside Retail Asia, 24 September 2026). Pelajaran untuk seller: AI boleh membantu, tetapi pembeli dan regulator ingin tahu kapan mereka berhadapan dengan AI.

Padanan Muse di China: agen AI milik marketplace sendiri. Di Amerika, agen AI seperti Muse dibuat oleh perusahaan teknologi dan harus meminta akses ke toko orang lain. Di China, agen AI dibuat oleh pemilik marketplace itu sendiri. Qwen milik Alibaba bisa mencari, membandingkan, dan memesan dari seluruh katalog Taobao dan Tmall (Alibaba, 11 Mei 2026). Asisten AI Doubao milik ByteDance mulai mengarahkan pengguna ke Douyin Mall dan menguji belanja serta pembayaran di dalam aplikasi sejak Maret 2026 (36Kr, 2026). Tencent menghubungkan asisten AI Yuanbao dengan agen AI JD, sehingga pengguna bisa bertanya lalu memesan tanpa keluar dari Yuanbao (AIbase, 15 Juli 2026). Karena agen dan tokonya dimiliki grup yang sama, tidak ada perebutan akses seperti Amazon dan Muse.

Apa artinya untuk Indonesia? Banyak fitur belanja yang lebih dulu populer di China, seperti live shopping, kemudian ikut berkembang di Asia Tenggara. Dua hal sudah terlihat: asisten AI di dalam aplikasi belanja, dan AI untuk pekerjaan penjual sehari-hari seperti membalas chat dan membuat deskripsi produk.

Asia Tenggara dan Indonesia: gelombangnya sudah mulai

Asia Tenggara belum sejauh Amerika atau China, tetapi langkah pertamanya sudah terjadi tahun ini, dan Indonesia adalah pasar terbesarnya.

Pasarnya besar dan cepat mengadopsi AI. Laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain memproyeksikan nilai transaksi e-commerce Indonesia mencapai US$71 miliar pada 2025, naik 14%. Pendapatan aplikasi AI di Indonesia tumbuh 127% dari semester pertama 2024 ke semester pertama 2025, tertinggi di Asia Tenggara, dan 80% pengguna berinteraksi dengan alat AI setiap hari (Google Indonesia, 13 November 2025). Di tingkat regional, 30% pengguna menemukan merek atau produk lewat AI yang tidak akan mereka temukan dengan cara lain (Think with Google, November 2025).

Shopee masuk ke ChatGPT dan bekerja sama dengan Google. Sejak 22 Juni 2026, aplikasi Shopee tersedia di dalam ChatGPT untuk pengguna di Indonesia dan enam pasar Asia lain serta Brasil. Sea, induk Shopee, juga akan membawa ChatGPT for Business ke penjual Shopee untuk membuat listing dan konten pemasaran (Sea, 22 Juni 2026). Pada Februari 2026, Sea dan Google menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki prototipe belanja dengan agen AI di Shopee dan platform Google, serta pembayaran oleh agen AI lewat Agent Payments Protocol (Sea, 19 Februari 2026).

Lazada memakai agen AI untuk pembeli dan penjual. Menjelang 11.11 tahun 2025, Lazada menambahkan empat agen AI untuk refund, logistik, listing produk, dan pemasaran. Asisten belanjanya, Lazzie, mencatat pesanan naik 36% saat kampanye 9.9 (Bernama, 4 November 2025). Survei Lazada dan Kantar menemukan 90% seller Indonesia menilai AI penting untuk produktivitas (Periskop, 7 Agustus 2026).

Apa yang kemungkinan terjadi berikutnya. Deloitte memperkirakan hingga 25% e-commerce global bisa dipengaruhi atau ditangani agen AI pada 2030, sementara dua pertiga pemimpin ritel tidak memperkirakan konsumen sepenuhnya menerima pembelian otomatis sebelum 2028 (Deloitte, 14 April 2026). Artinya ada waktu beberapa tahun sebelum AI menjadi jalur belanja utama, dan seller yang bersiap sekarang punya keunggulan. Beberapa hal yang layak diperhatikan:

Cara menyiapkan toko Anda untuk pembeli yang bertanya ke AI

Anda tidak perlu menunggu fitur baru untuk bersiap. Asisten AI memilih produk berdasarkan informasi yang bisa mereka baca dan percayai, jadi langkah-langkah ini membantu di pencarian marketplace sekarang dan di AI nanti.

  1. Lengkapi atribut produk. Merek, ukuran, bahan, warna, isi, dan untuk siapa produk itu. Lazada sendiri menyarankan seller melengkapi atribut karena pencarian masih menjadi sumber trafik utama (Manila Times, 2 September 2026).
  2. Tulis nama produk yang menjawab pertanyaan pembeli. Pembeli bertanya ke AI dengan kalimat, misalnya "sepatu lari untuk kaki lebar di bawah 500 ribu". Nama dan deskripsi yang menyebut hal-hal itu lebih mudah dicocokkan.
  3. Pisahkan varian dengan jelas. Ukuran 30 ml dan 100 ml harus menjadi varian dengan harga masing-masing. Varian yang tidak jelas membuat AI mengutip harga yang salah, dan pembeli yang kecewa tidak jadi membeli.
  4. Tulis deskripsi dalam kalimat lengkap. Jelaskan masalah yang diselesaikan, cara pakai, isi paket, dan batasannya. AI merangkum deskripsi, jadi tulis yang layak dirangkum.
  5. Jaga harga dan stok tetap konsisten di semua marketplace. Asisten AI membandingkan toko, dan harga yang berbeda-beda menurunkan kepercayaan.
  6. Kumpulkan ulasan yang spesifik. Ulasan seperti "cocok untuk kulit berminyak" memberi AI alasan untuk merekomendasikan produk Anda kepada pembeli dengan kebutuhan yang sama.
  7. Pakai AI untuk pekerjaan toko, dengan hati-hati. AI bisa membantu menulis deskripsi dan membalas chat. Periksa hasilnya sebelum dipakai: klaim yang salah tentang produk tetap tanggung jawab Anda.
  8. Tetap di marketplace. Pembeli yang bertanya ke AI tetap diarahkan ke toko di marketplace, seperti Shopee di ChatGPT. Anda tidak perlu pindah platform.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah pembeli Indonesia sudah bisa belanja lewat ChatGPT? Pembeli di Indonesia sudah bisa memakai aplikasi Shopee di dalam ChatGPT sejak Juni 2026. Pembayaran otomatis oleh agen AI, seperti yang berjalan di Taobao atau toko Shopify di Amerika, belum umum di Indonesia.

Apakah saya perlu membuka toko baru untuk jualan di AI? Tidak. Asisten AI mengarahkan pembeli ke toko di marketplace. Yang perlu Anda lakukan adalah membuat informasi produk lengkap, jelas, dan konsisten.

Bisakah saya membayar agar produk saya muncul di ChatGPT? Iklan ChatGPT mulai diluncurkan di Indonesia sejak 23 September 2026, dengan label iklan yang jelas. Menurut OpenAI, iklan tidak memengaruhi jawaban ChatGPT, jadi rekomendasi biasa tetap bergantung pada kualitas informasi produk.

Apa itu Meta Muse? Muse adalah agen AI pribadi dari Meta yang diluncurkan di Amerika pada September 2026. Muse bisa berbelanja atas nama pengguna di toko yang mengizinkannya, seperti toko Shopify. Belum ada pengumuman Muse untuk Indonesia.

Apakah ada aturan pemakaian AI untuk seller di Indonesia? Peraturan Presiden tentang peta jalan AI dan etika AI sedang menunggu tanda tangan Presiden, dengan target akhir 2026. Sementara itu, klaim produk yang ditulis dengan bantuan AI tetap menjadi tanggung jawab penjual.

Sumber

Semua sumber dibuka dan diperiksa pada 29 September 2026. Angka untuk tahun penuh 2025 dari laporan e-Conomy SEA adalah proyeksi yang dibuat November 2025.

Amerika Serikat dan global

China

Asia Tenggara dan Indonesia